Thursday, January 29, 2015

A Visit to IKEA Indonesia


IKEA adalah perusahaan furniture asal Swedia yang menjual perabotan rumah tangga siap-rakit. IKEA merupakan singkatan dari Ingvar Kamprad Elmtaryd Agunnaryd. Ingvar Kamprad adalah nama founder IKEA, Elmtaryd adalah nama tempat founder tersebut tumbuh, dan Agunnaryd adalah hometown sang founder tersebut.

IKEA Indonesia berlokasi di daerah Alam Sutera, Bumi Serpong Damai. Tempatnya jauuuuuuh banget dari rumah gue. It tooks 3 hours for getting there. Dari rumah, gue dan Grace pergi ke daerah rawamangun untuk naik bus Mayasari Bakti AC117, jurusan Pulo Gadung - Poris Plawad dengan tarif Rp 19.000 untuk satu orang. Gue turun di bundaran Alam Sutera, kemudian naik shuttle bus sampai Mall of Alam Sutera. Habis itu disambung naik taksi sampai IKEA.

Berkunjung ke IKEA memang lebih enak waktu weekday daripada weekend. Lebih leluasa dan nyaman untuk dijelajahi. Waktu kunjungan pertama gue, setengah jalan pas muter aja udah capek saking crowded-nya. Pada kunjungan kedua ini, gue bisa muterin IKEA sampe dua kali saking leluasanya.




Everything in IKEA is really cute, simple, and clean. Salut buat tim visual merchandising dan interior design yang berhasil bikin konsumen tergiur dengan tampilan-tampilan cantik di showroom IKEA. Favorit gue adalah apartemen 25m persegi dengan dinding biru dan interior yang banyak memanfaatkan warna putih.



Puas muter di showroom dan selesai belanja, gue dan Grace pergi ke Restoran. Makanan yang ada di restoran yaitu Swedish Meatball, Grilled Chicken, Baked Salmon, beberapa pilihan sandwich, croissant, cheese cake, dan almond tart. Karena masih pemula, gue dan Grace mutusin untuk nyoba menu favorit aja, yaitu Swedish Meatball dan Cheese cake. Swedish Meatball-nya enak, nggak terlalu berbumbu dan juicy. Gravy sauce-nya juga cocok sebagai pendamping si meatball. Cheese cake-nya enak banget! Rasa creamy-nya pas dan kuenya itu padet. Jadi waktu motongnya enak, nggak berantakan.



Waktu mau pulang, gue ketemu Sammy 'samiati'! Sammy ini orang Australia yang menikah dengan orang Indonesia. Gue kenal dia dari twitter, gara-gara kejadian Sydney Siege. Selama ini Sammy tinggal di Melbourne. Liat di twitter, emang dia lagi liburan ke Indonesia, tapi nggak nyangka banget bisa ketemu di IKEA! Life is full of surprise! Semoga kapan-kapan bisa ketemu lagi ya, Sam! 




Comifuro 5




Comic Frontier (comifuro) adalah event penjualan doujinshi. yang bertujuan untuk menjadi sarana bagi para pembuat doujin Indonesia menyalurkan minat dan bakatnya. Di event ini pembuat doujin dapat bertemu dengan orang yang memilki minat yang sama dan menyebarkan karyanya secara langsung dengan cara berjualan. Event ini udah masuk gelaran kelima, dan tahun ini gue bersama teman-teman berpartisipasi untuk kedua kalinya.

Pada event ini, sebuah group yang ingin menjual karyanya disebut circle. Satu circle biasanya terdiri dari 2-5 orang. Untuk circle yang anggotanya tidak terlalu banyak, menyewa satu meja biasanya sudah cukup. Tapi untuk circle dengan anggota yang lumayan banyak seperti circle gue (anggota circle kita 5 orang), perlu menyewa dua meja sekaligus.

Apa aja yang bisa lo temuin di acara Comifuro ini? Banyak! Yang pertama lo bisa dateng ke market-nya, dimana lo bisa beli fan-art, poster, sampe merchandise dari anime kesukaan lo. Kemudian ada juga beberapa acara lainnya. Ada voice acting untuk mereka yang ingin menunjukkan kebolehan dalam hal sulih suara, utattemita untuk mereka yang doyan nyanyi, dan cosplay catwalk.

Comifuro kali ini diadain di gedung SMESCO UKM. Crowd-nya luar biasa! Pengunjungnya rame dan dari berbagai kalangan. Dari anak kecil sampe orang dewasa. Penjualan juga (ehm) lebih jaya daripada comifuro sebelumnya.


Overall Comifuro kali ini lebih baik daripada Comifuro sebelumnya. Semoga kedepannya Comifuro bisa lebih baik lagi!

The 'Keliling' circle: Artha, Isal, Gue, Doddy, Grace.
Ternyata stand kita seberangan sama stand Azisa Noor,
ilustrator Indonesia favorit gue!
Thanks for the photo, Dyani!

Building a Creative Life




Halo!

Nama gue Airin Karima, keahlian gue dalam bidang visual yaitu ilustrasi dan desain grafis. Untuk posting pertama di blog ini, gue pengen cerita bagaimana sejarah hidup gue dalam dunia kreatif.

Bagaimana gue terekspos sama dunia visual, pertamanya adalah karena gue dikenalkan dengan buku cerita anak.  Sejak kecil imajinasi gue udah di pupuk dengan ngebaca dan berinteraksi dengan buku-buku yang penuh dengan ilustrasi, kaya akan warna, dan mengandung cerita.  Sesame street adalah buku cerita yang paling banyak di rumah gue.

Dari yang tadinya gue cuma admiring pake mata, gue pun mulai coba-coba bikin si Grover, si Cookie Monster, atau pun si Big Bird. Yang kontan jadi korban adalah… tembok rumah. Hobi gambar gue ini berlanjut ke waktu SD. Gue ngegambar di tengah-tengah buku tulis, terus waktu pulang kertasnya itu gue sobek biar nggak ketauan. Alhasil buku tulis gue SELALU tipis. Kalo ditanya, biasanya gue jawab banyak tugas yang ngerjainnya di kertas selembar terus langsung dikumpulin ke gurunya. Tapi kadang-kadang ketauan sih, dan dimarahin juga, hihihi. 

Lanjut ke SMP, gue mulai kenal majalah remaja. Majalah yang pertama gue baca itu Kawanku, dikenalin sama temen gue. Temen gue ini jugalah yang mulai ngajakin gue untuk ikut kegiatan kreatif. Acara yang pertama kali gue datengin itu Creative Zone-nya majalah Kawanku. Dari situ, gue mulai melihat peluang untuk mengasah kreatifitas gue semakin banyak dan terbuka. Akhirnya jadi sering ikut lomba dan workshop. Jenis workshop yang gue ikutin juga macem-macem, mulai dari bikin aksesoris, bikin lilin hias, bikin majalah dinding, bikin cokelat valentine, bikin parfum, sampai nulis cerita pendek. Ilmu-ilmu yang ada disajikan mungkin kelhatan sepele, tapi kita jadi punya kesempatan untuk mengimplementasikan imajinasi kita. Hobi ikut workshop (gue nyebutnya banci workshop) ini masih gue lakuin, bahkan sampe tahun terakhir gue kuliah.

Selain itu, gue juga ikut kegiatan-kegiatan yang ada di luar cakupan bidang kreatif. Jadi volunteer buat kegiatan sosial, dan jadi panita yang 'kacung' banget. Surprisingly, dengan ikut kegiatan diluar bidang elo, bisa nambah perspektif kita dalam bekerja. Bikin kita bisa liat dunia dari sisi yang lain. Apalagi kalo lo ketemu orang yang beda budaya. Bikin wawasan makin luas!


Dari pengalaman gue, yang harus dipunyai adalah keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Tiap langkah dalam kehidupan lo sangat penting, it's important to be pretty serious about it, but don't forget to enjoy it. Because you only had one life!